Cinta (Wajib) Diungkapkan? – Part 1

Benarkah cinta itu harus diungkapkan?
sekedar perlu atau harus?

Trus gimana kalau gak berbalas? apakah keduanya bisa kembali seperti sedia kala?

Apakah itu hanya akan dijadikan pembelajaran? bukannya kita menahan diri juga merupakan suatu pembelajaran?

Suka atau cinta itu masalah hati lho.. ntar nyesek kalau gak diungkapkan..hayo sanggup gak kalau disuruh menahan atau menolah masalah hati?

Bukankah setiap manusia memiliki hak yang sama untuk bahagia? mengapa harus memaksa orang lain merasakan perasaan ini?
Ketika kesempatan yang datang tak sesempurna yang kita harapkan, tidak dapatkah kita mengubah rencana awal kita?

Ok mari kita bahas satu persatu..

Ada sebuah kisah..
Sebut saja Mr. A dan Mrs. B.
Mereka dipertemukan dalam satu kampus di Kota C. Sebenarnya gak ada yang istimewa dari mereka karena mereka sama-sama sibuk dengan aktivitasnya masing-masing dimana Mrs. B adalah 2 semester dibawah Mr.A. Pertemuannya sebetulnya dimulai ketika ada Ospek kampus dimana A menjadi salah satu panitia penanggung jawab utama kegiatan tersebut. Pada suatu kesempatan, B ini melakukan semua perintah kampus dengan sanget perfect. ada disuruh bawa sapu lidi dengan panjang dan jumlah xxx diikuti pula berikut rinciannya. Cukup mencolok karena yang lain asal mengumpulkan saja. Dari sekedar kenal, akhirnya pada tahun berikutnya mereka satu organisasi di kampus itu. Kebetulan ketika masuk, si B ini mendapatkan satu bidang dengan si A yang notabene menjadi salah satu petinggi di bidang itu.
Perjalan waktu berlalu dan ketika ada kegiatan mereka biasa saja.. saling tegur sapa, saling menghormati dsb. lazimnya jaman sekarang apalagi di kota cukup besar maka ada istilah pacaran tentunya. tapi mereka bahkan tak tertarik untuk itu.
Seiring berjalannya waktu, gak terasa udah mau wisuda saja.. dan banyak hal yang telah dilalui oleh A selama dikampus itu. Jadi semua dianggap angin lalu saja.
Beberapa bulan setelah lulus, secara gak sengaja si A datang ke kampus dan saat itu sambil membawa laptop.. baru sejam lebih sedikit ternyata baterai drop, gak lama kemudian melintaslah si B. Pinjamlah charger kepada si B. sambil mengisi baterai, mereka mengobrol seputar kuliah disana dan kondisi kampus saat ini.
Setahun kemudian…. *jreng jreng..

Ada bunyi hp A berdering.. “mas, saya mau nikah, undangannya mau dikirim kemana?”
Jleb.. menikah?
langsung saja dibalas ” saya lusa ke kampus, nanti bisa ketemu dikampus.”

beberapa hari kemudian.. akhirnya mereka ketemu di kantin kampus.
lama gak jumpa, banyak hal yg mereka bicarakan mulai dari kuliah sampai ke maslaah hati.

Ada perasaan kecewa yang ada dalam diri A, karena pada saat si B menyerahkan undangan itu, dia bercerita tentang kekaguman B pada A serta bagaimana sebenarnya si B memendam rasa cinta kepada si A. tapi apa daya si A gak pernah meresponnya.
Dan pada saat itu juga si A menyampaikan bahwasannya dia sebenarnya juga memiliki perasaan itu, tetapi karena selama di kampus si A merasa kalau si B ini gak bisa di ajak pacaran maka dia memutuskan untuk mengumpulkan bekal terlebih dahulu.

Hanya sekitar satu jam pertemuan itu dan gak ada yang menangis secara terbuka tapi ketika mereka melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu hati mereka bagai teriris-iris.

Dari kisah diatas, sebenarnya apa yang harus A sampaikan atau perbuat? diam sajakah? atau seperti apa?

Namanya nasi sudah menjadi bubur.. semua sudah terlambat.

Mungkin pelajaran yang daat kita petik dari kisah diatas adalah bagaimana cinta itu wajib diungkapkan walaupun itu mungkin ada penolakan. Apabila kita mau berjuang untuk seseorang maka kita harus tau terlebih dahulu kondisi yang kita perjuangkan. Ada baiknya ketika menjelang wisuda, si A menyampaikan isi hatinya dan berjanji untuk mendatangi orangtua si B. Dalam hal ini harus sudah ada kepastian waktunya. KAPAN? kalau waktunya belum ada, kasian juga kan yang nungguin alias si B tadi? misalnya 6bulan lagi. jangan terlalu lama..🙂

Smoga kita dapat mengambiil hikmah dari kisah pertama diatas tentang perlukah cinta diungkapkan.
Ucapan terimakasih kepada saudara Adi yang mau berbagi pengalaman.

Silakan yang mau menanggapi bisa coment di bawah artikel ini. Atau yang mau berbagi cerita yang mungkin bisa menginspirasi bisa kirimkan ke ryansmile@ymail.com.

Smoga bermanfaat..
Ditunggu ya bagian dua-nya.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s