Seperti Apa Evaluasi Akhir Tahun (?)

Akhir tahun adalah saat kita mengevaluasi kehidupan kita sepanjang satu tahun yang sudah kita lalui. Berbicara tentang evaluasi akhir tahun maka salah satu cara yang paling sering dilakukan orang-orang pada umumnya adalah mengukur “keberhasilan” atau “kesuksesan” baik secara pribadi maupun secara kelompok. Sepertinya sudah menjadi konsensus umum bahwa pengukuran “kesuksesan” tersebut dinilai dari seberapa jauh kita mencapai target yang telah ditentukan sebelumnya.

Evaluasi seharusnya dilakukan setiap hari yaitu sebelum kita tidur, bisa ketika sudah berbaring atau ketika kita mau berbaring untuk tidur. Evalkuasi itu penting guna dijadikan kaca untuk menatap masa depan. Pokok utama ketika melakukan evaluasi adalah “jujur”.Jujur adalah kunci kesuksesan sebuah evaluasi. Sampaikan apa adanya, jangan sampai ada manipulasi. Karena evaluasi adalah terhadap diri sendiri. Sedangkan mereka yang berlaku jujur kepada orang lain adalah mereka yang paling bisa jujur terhadap diri sendiri.

Jika terhadap dirinya sendiri saja dia berbohong, maka terhadap orang lain sangat tidak mungkin untuk berlaku jujur. Jikapun jujur, kemungkinannya kecil. Bahkan sangat kecil.

Jika memang setahun lalu kita banyak mendapati keberhasilan. Rencana yang kita tetapkan berhasil gilang gemilang. Bahkan melebihi apa yang ditargetkan, maka bersyukurlah. Menyungkurlah dalam sujud panjang kepada Dzat yang telah membuat kita berhasil. Jangan sampai berkata pongah, “Ini karena rencanaku yang keren. Karena strategiku yang jitu.” Tapi katakanlah dengan penuh haru. Seperti halnya yang dikatakan oleh Nabi Sulaiman, “Haadzaa min Fadhlii Robbii,” Bahwa, “Ini semua adalah atas kehendak Allah, atas kemurahan Allah.”

Namun, jika yang terjadi adalah sebaliknya. Maka yang perlu dilakukan adalah kejujuran dalam mengakui setiap kelemahan kita.
Mungkin, rencana tidak realistis. Memaksakan kehendak, strategi yang kurang jitu, kesungguhan yang tidak penuh, terlalu banyak ngelantur, sibuk dengan hal-hal kecil, atau alasan lainnya. Maka, diperlukan kesungguhan untuk melaksanakan refleksi dan pembelajaran dari kegagalan pertama. Sehingga, kita tidak terjatuh pada lubang yang sama.

Selanjutnya, rumuskan langkah. Jadikan kemarin sebagai cermin. Rencanakan untuk esok yang lebih cerah ceria. Melangkahlah dengan sumringah, bertabur senyum semangat, berbekal jutaan harap pada Allah Yang Maha Kuasa. Semoga Allah menjadikan kita sukses di dunia, terlebih lagi kelak di akhirat. aamiin ya Robbal ‘alamiin.

Jangan lupa untuk selalu mengistighfari dosa kita yang telah lalu. Astaghfirullahal ‘adhiim… Laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adhiim.. Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad.

Sukses milik kita, insya Allah.

(sumber:bersamadahkwah.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s