Hidup bagaikan pecahan kaca

Ada seorang pemuda, setelah mengikuti tiga kali ujian baru bisa diterima di sebuah universitas. Oleh karena sibuk dengan usaha dagangnya, maka pelajaran kuliahnya menjadi telantar sehingga dianjurkan untuk mengundurkan diri oleh pihak kampus.

Setelah kuliahnya putus di tengah jalan dia mencurahkan semua tenaganya ke dalam bisnis. Namun nasibnya selalu kurang beruntung, beberapa tahun telah lewat dia jatuh dalam keadaan melarat patah semangat.

Pada suatu hari dia pergi menemui seorang teman menceritakan duka citanya, unek-unek yang di dalam hatinya semua dikeluarkan, temannya berdiam terus mendengarkan. Setelah selesai bercerita dia lalu berdiri di depan kaca cermin, memandang rupa wajah dirinya sendiri yang layu di dalam cermin. Dia menggerutu seorang diri, “Mengapa hidupku selalu dalam kehancuran?”

Tiba-tiba temannya yang bertahan diam mengambil sebuah bangku memukul kaca cermin hingga pecah hancur! Dia terkejut dan melongo melihat pecahan kaca cermin yang berhamburan di lantai, dengan rasa bingung menatapi temannya.

Temannya berkata, “Coba lihat di dalam setiap pecahan kaca, bukankah tetap terlihat wajahmu yang utuh? Kamu bukan karena kaca cermin pecah, lalu juga menjadi hancur bukan !”

Dia memandang wajah dirinya sendiri di dalam pecahan kaca yang di atas lantai, dia merasa pukulan bangku temannya telah menghancurkan konsep yang sudah menjadi pembawaannya.

Tapi pada saat itu dia tiba-tiba menyadari, bahwa sebenarnya hidup bagaikan kaca cermin yang saya hadapi ini. Biar berantakan bagaimanapun, di setiap hari yang redup atau cerah bahagia maka Anda selalu adalah utuh.

Makna hidup ini tidak berada pada bentuk hidup yang dipaksakan pada Anda, melainkan bahwa di dalam keadaan hidup bagaimanapun, maka Anda akan tetap bisa hidup dengan memperlihatkan jati diri Anda sendiri yang benar-benar dan utuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s