Cara Menyampaikan dan Formulir SPT Tahunan Tahun 2013 (Part 1)

Januari akan segera berakhir..

gak kerasa ya? perasaan baru kemarin lebaran dan berkumpul dengan keluarga. Owh iya, bentar lagi waktunya menyampaikan kewajiban kita ya?

Hayo masih ingat kan? Salah satu kewajiban kita sebagai warga negara yang baik tentunya Lapor SPT !!! Bukannya paling lambat Maret ya untuk Orang Pribadi atau Karyawan? Kenapa di bulan Januari sudah mau bikin heboh?

Ada yang beda loh dengan tahun-tahun sebelumnya, walaupun secara hukum sama saja.

Menurut UU KUP Pasal 6 ayat (1) dan (2) dan PMK 181 tahun 2007 stdd PMK 157 tahun 2007,Wajib Pajak menyampaikan SPT Tahunan melalui 3 cara :

  1. Secara langsung
  2. Melalui POS
  3. Cara lain:
                  •Jasa ekspedisi/Jasa Kurir
                  •E-filing
Ketentuan diatas masih berlaku hanya saja dalam hal teknisnya ada sedikit perbedaan sebagaimana tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak  Nomor PER-26/PJ/2012 tentang Tata Cara Penerimaan dan Pengolahan SPT Tahunan.
Dalam hal Wajib Pajak atau kita menyampaikan secara langsung SPT Tahunan maka tidak seperti tahun kemarin yang langsung diberi tanda terima SPT Tahunan. Di tahun ini, pada saat menyerahkan SPT Tahunan tersebut maka SPT itu langsung akan diteliti oleh penerima dari Direktorat Jenderal Pajak. Kalau misalnya lengkap maka akan diberi tanda terima dan SPT kita akan diberi stempel LENGKAP.
Lantas bagaimana kalau tidak lengkap?
Kalau misalnya ada yang kurang seperti tanda tangan, kita bisa diminta langsung tanda tangan. Namun, apabila kekurangannya itu tidak bisa kita penuhi saat itu juga maka kita akan diberi Lembar Penelitian SPT.
Owh iya, itu tadi apabila kita menyampaikan SPT Tahunan di Kantor Pelayanan Pajak dimana kita terdaftar atau berdomisili. Kalau misalnya kita lapor di Kantor Pelayanan Pajak bukan tempat kita terdaftar maka proses penelitian langsung itu tidak wajib dilakukan.
Ada hal gembira tentunya bagi kita, Kalau di tahun kemarin kita menyerahkan SPT Tahunan dimasukkan di dalam amplop maka untuk tahun ini tidak perlu lagi (lumayan kan amplop besar sekarang agak susah dicari dan harganya gak sama dengan amplop kecil kalau misalnya kita mau datang ke nikahan.. hehehe.. ).
Cuman itu kah keuntungannya?
Tentu saja tidak… Kan selama ini yang kita ketahui bahwa Nomor NPWP yang kita punya itu bisa digunakan. Di proses kali ini kita bisa sekalian mengecek Nomor NPWP kita. Apakah masih aktif atau tidak aktif.. Loh kenapa bisa begitu? Adakalanya kita dulu pernah daftar waktu kerja di perusahaan A dan mendapatkan Kartu NPWP lantas tahun ini kita bekerja di perusahaan B dan kita juga mendapatkan Kartu NPWP dengan nomor yang berbeda, Mana yang benar? sedangkan NPWP itu hanya satu untuk satu orang/wajib pajak. Disinilah waktu yang tepat buat ngecek mana NPWP yang aktif dan benar-benar bisa kita gunakan.

One thought on “Cara Menyampaikan dan Formulir SPT Tahunan Tahun 2013 (Part 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s