Wisata Sehari Di Cirebon

Sudah pernah ke Cirebon? Atau belum pernah denger nama itu? Kebangetan kali ya kalau sampai gak tau cirebon. Alhamdulillah kemarin ryan pergi kesana untuk silaturahmi ke tempat temen sekelas waktu masih kuliah (dulu)🙂

Sekilas yang terlintas waktu mendengar cirebon tentu yang terbayang adalah makam Sunan Gunung jati. Atau cuman tau kalau sana itu pusat batik selain pekalongan? gak cuman itu kali ya.. Selain kedua tempat itu masih banyak loh tempat yang menarik untuk dikunjungi.

Ok deh daripada penasaran akan kita kupas beberapa tempat yang sempat ryan kunjungi selama sehari (cuman sehari saja yah yang dibahas, kebetulan memank cuman sehari).

Jumat pagi ada rencana kita memulai perjalanan pukul 07.00, tetapi akhirnya baru benar-benar berangkat pukul 08.00 dikarenakan masih kecapekan dihari kemarinnya. Perjalanan kita hari ini kita menggunakan sarana transportasi masal yang ada. tentu saja ini untuk membuat perjalanan kita berasa. Kalau menggunakan kendaraan pribadi mungkin agak kurang nikmat soalnya. Ryan berangkat dari rumah temen yang ada di Ciledug, Cirebon. Pasti ada yang belum tau ya? ini bukan Ciledug di jakarta Selatan loh ya.. Ini salah satu tempat terletak di timur kota Cirebon. Ini tempat dekat dengan Kuningan Cirebon. Ok lanjut dulu ya.. Tempat pertama yang kita tuju adalah Keraton Kesepuhan.

Kraton Kasepuhan

Keraton kasepuhan berada di wilayah kelurahan Kasepuhan, kecamatan Lemahwungkuk. Dari terminal harjamukti arahnya ke timur laut, sekitar 20 menit dengan naik becak atau 30 menit dari stasiun Kejaksaan kearah selatan.

Kraton Kasepuhan dahulunya bernama Kraton Pakungwati, dengan Caruban Nagari sebagai kerajaannya.

Dari Ciledug bisa menggunakan mobil ELF (kendaraan masal yang ada disana) kemudian turun di pertigaan sebelum masuk Kota Cirebon. Dari tempat ini kemudian naik angkot D9 menuju ke jalan masuk ke keraton. Dari turun angkot sampai keraton kurang lebih 5menit. Masuk area keraton, satu kata yang sempat kita ucapkan adalah “kok kepagian yah.. ini yang jaga tiket juga belum buka kayaknya.. langsung masuk yok..” Eh baru melangkah masuk, kok baru sadar ternyata kita tadi masuk pintu samping. Pantas sepi, akhirnya kita menuju loket pembelian karcis masuk. Sebenarnya bisa si langsung masuk cuman kalau kita gak beli tiket kan kasian yang jagain, darimana mereka dapat nafkah? ya gak? cuman 5ribu rupiah ini masuknya.hehehe..

Disana ada 4 bagungan utama yaitu gedung Kereta, gedung Museum, bangsal Keraton, dan Dalem Agung. Selain itu masih ada beberapa sumur unik serta lapangan bermain dan masjid. Disini banyak hal menarik yang akan kita temui, ada foto yang 4dimensi,kreta yang jaman dahulu digunakan serta beberapa peninggalan yang lain. Dari beberapa keraton yang ada, disnilah keraton yang paling dirawat, dijaga dan dilestarikan serta paling komplit daripada yang lain.

Selesai di Keraton Kesepuhan, kami menuju keraton selanjutnya yaitu Keraton Hanoman.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Sebelum ke Keraton Kanoman, ryan sempatkan untuk singgah di Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Masjid ini masih merupakan bagian dari Kraton Kasepuhan, letaknya di sebelah barat alun-alun Sangkalabuwana luas arealnya + 4.750 m2, menurut historisnya masjid Agung Sang Cipta Rasa didirikan pada tahun 1422 tahun Saka atau 1500 Masehi.yang pelaksanaan pembangunannya di pimpin oleh Sunan Kalijaga. Nama Masjid Sang Cipta Rasa sendiri mempunyai Makna Filosofi Sang berarti Agung, Cipta berarti Bangunan sedang rasa berarti manfaat, sehingga arti kata Sang Cpta Rasa maksudnya berarti Bangunan yang memilki Manfaat yang Agung/besar yang dikaitkan dengan kegiatan syiar agama islam dan agama di tanah cirebon. Disini kita akan menemukan suasana yang sangat berbeda. Adem dan berasa sejuk dihati.. ^_^

Keraton Hanoman

Kraton Kanoman hanya berjarak + 600 m sebelah utara dari Kraton Kasepuhan. Akses jalan masuk melalui pasar tradisional Pasar Kanoman yang didalamnya berisi Berbagi macam Barang yang syarat produk untuk buah tangan atau oleh-oleh.

Bagi yang belum tau letaknya, jangan malu untuk tanya yah,, Ini Keraton ada di belakang pasar persis. Bahkan ketika Ryan kesana sempat nyasar.hehehe.. Abisnya letaknya yang memank berada dibelakang pasar serta tidak ada petunjuk yang sangat jelas.  Ketika itu karena memank letaknya yang dekat dengan keraton Kesepuhan maka dari itu kita jalan kaki menuju lokasi. Perjalann kali ini melewati pasar tradisional. Bahkan pasar kanoman ini hanya bisa ditemui di Jogja atau Solo. tempat lain belum ada yang benar-bensar khas seperti pasar Kanoman. banyak hal yang kan ditemui disana mulai dari makanan, batik, pakaian, binatang peliharaan sampai peralatan kantor dan lainnya semua ada disini.

Perjalanan ryan pun saat itu tidak terasa sudah melewati Keraton hanoman, yaitu sampai di Klenteng Bun San Tion, letaknya + 150 dari Klenteng Talang kearah Barat daya dan terletak di Jl Kanoman serta Klenteng Kongcu Bio (untuk umat Konghucu ) letaknya 200 M dari dari Vihara Dewi Welas Asih ke Arah Barat Daya berada di Jl Talang. Pengen juga tau kondisi di dalam, hanya saja karena saat itu ada yang lagi sembahyang makanya niat itupun diurungkan agar tidak mengganggu mereka. Akhirnya kamipun kembali menyusuri jalanan tadi untuk menuju Keraton Kanoman.

Keraton Kanoman saat ini dibagian depan dicat berwarna pink. Agak terkejut awalnya.. jarang-jarang kan ya rumah berwarna pink? Lah ini keraton kok berwarna pink..heheh.. lanjut deh ryan masuk kedalam keraton. Berbeda dengan keraton sebelumnya, tempat ini agak sepi dan kurang begitu terawat. Saat ryan kesana kurang lebih pukul 10.30 dan disana sedang dibershkan halamannya oleh penjaganya. “Jam segini baru dibersihkan???? Siang banget yah??” Itulah yang sempat terucap saat itu. Hal yang menarik disana adalah ada seekor Burung Cenderawasih. Bagus loh burungnya.. kebetulan saat itu burungnya mau mengepakkan ekornya.. ^_^

Karena hari itu adalah hari Jumat, maka kami tidak berlama-lama ditempat tersebut. Selanjutnya yang akan kita kunjungi adalah Masjid At Taqwa.

Masjid At Taqwa

Untuk menuju ketempat ini dari Keraton Kanoman cukup menggunakan jasa becak. Kenapa becak? bukan karena gak pernah atau belum pernah naik loh ya,, ini lebih karena agar mengefektifkan waktu yang ada, karena kalau menggunakan kendaraan masal butuh 2x ganti angkot. Apabila kita menggunakan kendaraan pribadipun susah karena harus memutar arah. Enaknya naek becak adalah bisa menggunakan jalan searah tanpa takut sama polisi atau tertabrak kendaraan lain.. ^_^

Sesampai di masjid ini, di halamannya sudah langsung ada tempat parkir yang luas serta berjejer pedagang makanan dan pakaian muslim. Pokoknya seru deh masjid ini, selain letaknya didepan Kantor Bupati, disini kita juga bisa merasakan nikmatnya masjid ditengah-tengah panasnya suasana disekitarnya. bagaimana tidak? Sekitar masjid sekarang sudah sangat jarang sekali pohon besar untuk berteuh jadi sangat terasa panasnya. Akan tetapi,  ketika masuk di masjid suasananya berganti menjadi sejuk. Luar Biasa nikmat rumah Allah.

Ok deh selannjutnya kita akan menyusuri jalanan kota cirebon untuk mencari makanan khas disana apalagi kalau bukan nasi jamblang dan Empal Gnetong. Apa memank itu masakan enak? Menurut ryan si sama saja kali ya.. karena ryan dari jawa kah yang sudah terbiasa dengan menu seperti itu? Smoga saja begitu.. Satu hal yang sempat ryan sesali adalah tidak sempat makan mie koclok.😦

Taman Sari Gua Sunyaragi

Lokasi berikutnya yang kita kunjungi adalah Taman Sari Sunyaragi.  Taman ini adalah bekas taman sari pesanggrahan Kraton Ksepuhan yang fungsi utamya untuk menyepi. Arti nama sunyaragi sendiri berasal dari kata sunya artinya tempat menyepi dan ragi artinya raga, yang secara keseluruhan diartikan tempat untuk menyepi atau mengasingkan raga. Sebutan Gua dalam hal ini adalah bukan gua sebenarnya namun merupakan gua artificial, yang artinya dibangun dengan gaya arsitektur banyak menyerupai gua dan berhiaskan air. Hal inilah yang menjadi daya tarik dari Tamansari Gua Sunyaragi. Menurut cerita bahwa Taman Sari Gua Sunyaragi didirikan sejak 1448 sebagaimana tertulis (Gajah Derum Tirta Linuwih) yang artinya gajah berarti 8, Derum berarti 4, tirta berarti 4 dan Linuwih berarti 1) atau tahun 1526 oleh Panembahan RAtu Pakungwati I atau PM Muhammad arifin II. Taman ini juga dekat dengan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cirebon loh..🙂

Lagi-lagi disini kita salah masuk, dimana kita melewati pintu samping sehingga mengira gak dijaga gua tersebut alias asal masuk saja.  Akhirnya kita berputar-putar mencari loket masuk karena masih ragu walaupun sebenarnya kalau mau tinggal lompat masuk juga bisa.hehehe,,,

Dari luar gua ini biasa saja. gak ada yang istimewa sepertinya.

Perlahan kami masuk setelah membayar tiket seharga 5ribu perorang dan melihat kondisi yang ada. takjub juga dengan kondisi yang ada. Luar biasa ternyata ciptaan Tuhan yang satu ini. Gua ini benar-benar menarik untuk dikunjungi. Benar-benar berbeda dengan gua-gua yang biasa kita temui. Sangat terawat dan menarik. Sangat direkomendasikan deh kesana..

Taman Ade Irma Suryani

Dahulu taman ini bernama Taman Traffic Garden Cirebon, namun sejak tahun 1966 berubah menjadi Taman Ade Irma Suryani Nasution. Dahulu taman ini merupakan satu-satunya wahana rekreasi dan taman bermain di Kota Cirebon. Letaknya di pantai teluk Cirebon. Sehingga hal tersebut dapat menambah daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Dahulu untuk menghibur pengunjungnya setiap hari Libur diselenggarakan pementasan Seni hiburan.

Akan tetapi bagaimana kondisinya saat ini? TRAGIS… ketika kaki ryan menginjakkan disana tempat ini sungguh tidak terawat. Ketika kami masuk, ada beberapa bapak-bapak yang memungut tiket masuk. Saat itu 7ribu rupiah perorang. Apa yang kami temui didalamnya sungguh diluar dugaan. Suasana yang sepi, dimana-mana berserakan puing-puing bangunan yang sengaja dirobohkan, sebuah tempat yang cocok disebut sebagai tempat sampah malah. bagaimana tidak? Isi dari taman ini tidak ada yang bisa digunakan, semua dihancurkan secara brutal. yang ada kami menemui pantai kotor tanpa ada yang lain. Ada sih yang tersisa yaitu kolam kotor yang berwarna hitam pekat airnya, kreta main yang rusak. Ada baiknya tempat ini dirawat kembali oleh pihak yang mengelola agar bisa menjadi sarana wisata yang baik.

Owh iya, disarankan jangan ketempat ini ya.. pasti sangat sangat kecewa nanti melihatnya. Dibandingkan dengan pantai yang kotor di daerah selatan jawa, maka ini tempat lebih tidak menarik. Bagusan maen ke pelabuhan saja deh daripada kesana.

Itu sekilas perjalanan yang ryan lakukan, smoga bisa menjadi referensi buat rekan-rekan sekalian. Kalau ada waktu disana juga ada Keraton Kacirebonan dan Keraton Keprabon, Komplek Makam Sunan Gunung Jati di Gunung Sembung sekitar 15 km ke arah barat pusat kota serta industri batik dengan motif khas Mega Mendung peninggalan Ki Buyut Trusmi di daerah Plered yang belum sempat ryan kunjungi.

Untuk oleh-oleh bisa berupa Kerupuk Udang, Kerupuk Melarat, dan Tjampolay minuman legendaris asal Cirebon bisa dibawa.

Terimakasih kepada sdr Yoga dan Haris yang berkenan menemani perjalanan sehri di Cirebon.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s