Kunci Pria Agar Panjang Umur

Sebenarnya apa yang menjadi sumber kebahagian seorang pria? Anak sebagai sumber kebahagiaan orang tua nampaknya memang benar, terutama untuk ayahnya. Bangun tengah malam, berjuang dalam kantuk selama berbulan-bulan hingga si kecil bisa mengikuti ritme hidup Anda memang sangat melelahkan. Belum lagi rencana keuangan yang harus disukseskan agar anak-anak ini dapat hidup layak dan mendapatkan semua yang mereka butuhkan. Perjuangan untuk menghidupi anak sangatlah dinikmati oleh seorang pria. Tentu saja ini karena adanya harapan agar si anak menjadi penerus keluarganya.

Beban sebagai orang tua akan mudah sekali mendatangkan stres, namun demikian, memiliki anak ternyata justru baik untuk kesehatan pria. Dikutip dari thefamilyGP, penelitian di Stanford University menemukan bahwa risiko kematian karena penyakit jantung justru lebih tinggi pada pria yang tidak memiliki anak ketimbang mereka yang punya anak. Namun bukan karena stres, melainkan karena kesuburan mereka.

Studi ini melibatkan 135.000 pria yang diamati selama lebih dari 10 tahun. Seluruhnya berusia lebih dari 50 tahun, dengan rata-rata usia adalah 62.7 tahun ketika penelitian ini dimulai, dan semuanya telah atau pernah menikah. Pria yang pernah memiliki masalah kesehatan seperti penyakit jantung dan stroke tidak diikutkan dalam penelitian ini.

Tujuan awalnya adalah untuk menentukan apakah jumlah anak seorang pria menentukan kesehatan jangka panjangnya. Ketua penelitian, Michael Eisenberg, yang juga merupakan profesor urology di Stanford ingin melakukan investigasi apakah kesehatan jangka panjang seorang pria yang tidak subur akan berbeda dengan mereka yang subur. Jumlah anak menjadi indikator kesuburan pria.

Selama durasi penelitian tersebut sekitar 10% pria yang menjadi obyek penelitian tersebut meninggal dan satu dari setiap lima kematian adalah karena penyakit jantung. Hal ini juga berarti kecenderungan yang lebih besar 17% pada pria yang tak memiliki anak untuk meninggal karena penyakit jantung. Sementara anak laki-laki atau perempuan tidak memengaruhi kecenderungan ini.

Sekali lagi, itu data hanya merupakan hasil sebuah riset. Semuanya kembali lagi kepada kehendak dari Sang Pencipta Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s