Ketika Air Putih Saja Tak Cukup

Terkadang, dalam kondisi tertentu, meneguk air putih pun belum cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi tubuh. Kalau begitu, apa yang harus Anda lakukan? Tubuh kita sebagian besar terdiri dari air. Zat cair ini menempati porsi hingga dua pertiga tubuh kita. Maka, setiap harinya Anda membutuhkan cairan dengan jumlah rata-rata 2.000 sampai 2.500 ml untuk mengganti cairan yang keluar melalui pernapasan, keringat dan urin.

Usai berolahraga intens, tubuh pasti lelah dan rasa haus pun mendera. Pada saat itu, tentunya kita ingin meneguk minuman segar yang mampu mengembalikan stamina tubuh dengan cepat. Begitu pula ketika kita melakukan kerja fisik yang cukup berat atau sedang menderita diare, tubuh mengeluarkan cairan cukup banyak. Akibatnya, tubuh amat membutuhkan cairan pengganti. Air putih kadang belum cukup menangkal dehidrasi yang sedang dialami tubuh. Padahal jika tubuh kekurangan cairan, bisa berdampak buruk bagi kesehatan, bisa berdampak buruk bagi kesehatan: metabolisme menurun, proses pencernaan dan penyerapan zat gizi terganggu dan suhu tubuh pun meningkat.

Mari, Kenali Isotonik!

Mengapa dalam kondisi seperti ini, meneguk air putih saja tak lagi cukup? Ternyata, air putih masih belum mampu mengganti cairan tubuh dan elektrolit yang telah keluar. Apa sih elektrolit itu? Ini merupakan larutan garam yang penting bagi tubuh. Jika tak ada larutan ini, air putih tidak bisa diserap sempurna. Akibatnya, tubuh mengalami dehidrasi. Tak heran ketika sedang diare misalnya, padahal Anda sudah meneguk bergelas-gelas air putih hingga perut terasa kembung, namun tubuh tetap merasa lemas.

Dalam kondisi dehidrasi seperti inilah, Anda butuh ‘pertolongan’ minuman isotonik. Apa sih? Isotonik sendiri terdiri dari dua kata yaitu Iso yang berarti sama dan tonik artinya tekanan. Bila digabungkan bermakna: tekanan yang sama. Artinya: cairan di dalam minuman isotonik harus mempunyai tekanan yang sama dengan yang terdapat dalam sel tubuh, dalam satuan

Osmolaritas

Sebuah minuman dikatakan isotonik jika memiliki Osmolaritas sekitar 250 mOsm/L – 340 mOsm/L. Kandungan dalam minuman isotonik adalah elektrolit (Na+, K+, Ca2+, Mg2+, Cl-), dengan kandungan gula cukup rendah hanya 6% – 7% per 100 mL-nya (rata-rata kurang lebih 26 kkal/100mL. Kebutuhan orang dewasa kurang lebih 2.100 kkal/hari).

Gula di dalam minuman isotonik dibutuhkan untuk membantu mempercepat penyerapan elektrolit. Kandungan elektrolit dalam minuman isotonik ini hanya 2 persen saja. Sedangkan sisanya, 98% adalah air. Maka, dapat disimpulkan, isotonik adalah minuman yang aman karena kandungannya tepat dan terukur. Jadi, sudah tentu bermanfaat bagai tubuh.

Mudah diserap tubuh bila dibandingkan dengan air. Apalagi ketika tubuh mengalami dehidrasi, maka kita amat butuh minuman isotonik yang mempunyai tekanan yang sama dengan sel tubuh. Kini, Anda dengan mudah dapat menemukan beragam minuman isotonik. Salah satu yang direkomendasikan FITNESS adalah minuman isotonik berkarbonasi.

Mengapa? Karena kandungan karbonasi yang ringan memberi efek kesegaran dan mencipta rasa lebih segar. Dahaga pun langsung hilang seketika. Namun, memang sebelum Anda mengonsumsi minuman isotonik, ada beberapa hal yang patut diperhatikan:

Target isotonik:

Isotonik cocok diminum oleh mereka yang gemar olahraga aerobik, jogging, bulutangkis, tenis, bersepeda, maupun para pecinta kelas RPM, body combat, body pump. Terutama bila waktu latihan Anda lebih dari 60 menit. Beraktivitas luar ruang di tengah cuaca panas terik ditengarai juga bisa memicu dehidrasi sedang hingga berat.

Saran saji:

Anda boleh meneguk sekalang minuman isotonik, 10-15 menit sebelum berolahraga. Jika usai mengolah tubuh, dahaga kembali menyerang, Anda boleh meminumnya kembali. Perhatikan saran sajinya. Sesuatu jika dikonsumsi berlebih, tentu tidaklah baik bagi tubuh.

Tidak disarankan dikonsumsi bagi:

Minuman ini tidak disarankan bagi penderita gagal ginjal, diabetes, dan sakit jantung. Penderita gangguan lambung sebaiknya juga berkonsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi isotonik. Setiap penderita penyakit memiliki respon yang berbeda terhadap sesuatu yang dikonsumsinya.

Manfaat Lain Isotonik

Banyak diantara kita yang menganggap, minuman isotonik bisa menyembuhkan penyakit DBD atau tifus. Namun, sebenarnya minuman ini hanya membantu proses pemulihan. Ini terjadi karena bila pasien rutin mengonsumsi minuman isotonik, maka cairan tubuh yang hilang akan tergantikan dengan cepat.

Minuman ini juga cocok dikonsumsi ketika Anda sedang diare. Fungsinya hampir sama dengan oralit. Fakta lain, minuman isotonik juga ampuh membantu Anda dalam penyembuhan sariawan. Hmmm…makin mantab mereguk minuman isotonik bukan? Glek, glek, glek…

Ayo, Bikin Sendiri!

Anda juga bisa membuat sendiri menuman isotonik di rumah lho! Caranya amat mudah. Mau tahu resepnya?

Bahan:

1 liter air putih
200 ml sari jeruk atau lemon
1 gram garam

Cara membuat:

Campur 1 liter air dengan sari jeruk lemon. Aduk sampai tercampur rata.
Tambahkan garam, lalu kocok hingga garam larut.
Dinginkan. Siap dikonsumsi.

Sayangnya, minuman ini tidak bisa disimpan berhari-hari. Namun, jika Anda merasa repot, ya cari saja minuman isotonik dalam kemasan yang siap dikonsumsi, kapanpun dibutuhkan!

Source: Fitness

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s